Gak Perlu Bingung Lagi, Ini Dia 13 Perbedaan Asuransi Kesehatan vs BPJS

Halo sahabat Arsitek Keuangan,

Semoga hari ini diberikan kesehatan dan kegembiraan ya.

Pertanyaan umum, apa sih perbedaan asuransi kesehatan vs BPJS?

Apakah sahabat Arsitek Keuangan mempunyai BPJS? Atau mempunyai asuransi kesehatan? Atau keduanya? Atau tidak keduanya?

Di masyarakat kita, masih minim literasi tentang keuangan khususnya tentang investasi dan asuransi. Semoga blog ini sedikit bisa membantu untuk memberi pencerahan ya.

Baca juga: 3 Keranjang Keuangan

Meskipun diwajibkan oleh pemerintah, masih banyak masyarakat kita yang tidak mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS. Banyak alasannya.

Salah satu alasan yang pernah saya dengar sendiri adalah, “Halah, gak mau ikutan ah, kayak bakar duit aja, kita bayar terus tapi duitnya gak kembali. Kalau duitnya bisa kembali, aku mau.”

Itu, salah satunya. Ada lagi yang begini,”Selama ini gak pernah sakit yang harus ke rumah sakit, ngapain juga ikutan begituan. Buang duit.”

Padahal niat pemerintah itu baik lo, supaya penduduk dan masyarakat kalau kena sakit bisa berobat dengan biaya terjangkau.

Nah tapi, ada banyak sekali keluhan dari masyarakat terkait dengan pelayanan rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS. Alternatif lainnya? Asuransi kesehatan swasta.

Tapi asuransi kesehatan swasta kan mahal? Eh siapa bilang? Buat sahabat Arsitek Keuangan yang masih berusia di bawah 30 tahun, preminya sangat terjangkau. Plus ada berbagai pilihan asuransi seperti asuransi kesehatan konvensional dan asuransi kesehatan syariah.

Tanya asuransi

Teman-teman yang mau bertanya tentang asuransi, bisa klik tombol ini untuk menghubungi saya. FREE!

Di artikel ini, mari kita mengupas tentang perbedaan manfaat antara asuransi swasta vs BPJS. Apakah manfaatnya sama? Konsepnya? Adakah perbedaan? Lebih bermanfaat yang mana?

Selain 2 hal di atas tentang keberatan mempunyai BPJS, ada juga lo yang merasa keberatan saat mereka sudah mempunyai BPJS dan tidak mau tahu informasi tentang asuransi kesehatan swasta dengan alasan:

  1. Saya sudah punya BPJS, untuk apa dobel bayar ambil asuransi swasta, menambah pengeluaran aja.
  2. Harga premi asuransi swasta lebih mahal dari BPJS.
  3. Pakai BPJS sudah di tanggung semua kok penyakitnya, ngapain ambil asuransi swasta?
  4. Saya sudah di cover asuransi dari kantor, ngapain harus beli asuransi swasta?
  5. Kalau ada premi yang semurah BPJS, saya mau ambil asuransi swasta.

Memang sih, kalau belum tahu produknya dan belum tahu perbedaannya, kita akan susah. Jadi mari kita bedah perbedaan antara BPJS vs asuransi kesehatan swasta.

Cek infografis di bawah ini:

Perbedaan antara BPJS vs asuransi swasta adalah:

Jumlah premi atau iuran yang harus dibayar peserta

Asuransi kesehatan menghitung besaran premi berdasarkan usia (produk unit-link) atau plan (asuransi murni) sedangkan BPJS berdasarkan kelas. Ada 3 pilihan kelas yang bisa dipilih peserta dengan jumlah iuran yang berbeda. Naik turunnya iuran BPJS ditetapkan oleh pemerintah.

Usia peserta

Di asuransi swasta, semakin usia bertambah, premi akan semakin mahal karena resiko semakin bertambah sementara BPJS tidak. Iuran BPJS tidak tergantung usia.

Manfaat tunai

BPJS tidak mempunyai manfaat tunai atau cash. Asuransi kesehatan mempunyai manfaat nilai tunai (uang pertanggungan) serta ada santunan kematian yang bisa didapatkan oleh peserta.

Manfaat tambahan

BPJS tidak memiliki manfaat tambahan yang bisa dipilih peserta. Di asuransi kesehatan, peserta bisa memilih manfaat tambahan atau rider seperti manfaat cacat tetap, manfaat meninggal dunia, manfaat penyakit kritis, dll.

Pertanggungan

Asuransi kesehatan memiliki manfaat pertanggungan dasar tunai yang akan diberikan apabila peserta meninggal dunia. BPJS tidak.

Pemilihan rumah sakit

Peserta asuransi kesehatan mempunyai pilihan yang lebih banyak dan fleksibel untuk memilih rumah sakit sementara peserta BPJS harus ke Faskes 1 dulu untuk meminta rujukan rumah sakit mana yang bisa dituju.

Obat-obatan

Peserta BPJS biasanya diresepkan obat-obatan yang generik, apabila memilih obat yang premium harus membayar sendiri dan tidak ditanggung oleh BPJS.

Sistem layanan

Peserta BPJS harus menggunakan Faskes 1 dulu untuk berobat dan apabila darurat dan Faskes 1 tidak bisa menangani, baru di rujuk ke rumah sakit yang berlokasi paling dekat dengan rumah tinggal peserta.

FYI, ada juga rumah sakit yang tidak menerima pasien BPJS.

Dengan kartu cashless, peserta asuransi kesehatan bisa langsung berobat ke rumah sakit rekanan. Meskipun bukan rumah sakit rekanan pun bisa, dengan sistem reimbursement. Proses dan penanganan pun lebih cepat

Cuti iuran

Peserta BPJS tidak boleh telat dan bolong membayar iuran setiap bulan.

Peserta asuransi kesehatan (unit link) bisa mengajukan cuti premi setelah usia polis di atas 5 tahun.

Coverage area layanan

BPJS berlaku di Indonesia sementara peserta asuransi kesehatan bisa memilih area layanan apakah hanya di Indonesia, Asia atau seluruh dunia.

Wajib

Meskipun penting, asuransi kesehatan tidak wajib harus dimiliki tapi BPJS wajib harus dimiliki setiap masyarakat Indonesia berdasarkan keputusan pemerintah.

Perbedaan Manfaat

BPJS memberikan benefit basic atau manfaat dasar kesehatan. Asuransi kesehatan mempunyai manfaat kebutuhan lebih di atas benefit basic. Peserta asuransi kesehatan bisa memilih manfaat yang dibutuhkan serta menyesuaikan kemampuan keuangan.

Konsep

BPJS memiliki konsep manage care, BPJS memiliki otoritas untuk mengatur dan terlibat dalam proses treatment (perawatan) peserta.

Asuransi kesehatan pada umumnya mempunyai konsep Indemnity (menggantikan kerugian) dan tidak terlibat terlalu dalam di proses perawatan peserta. Asuransi kesehatan akan menawarkan manfaat serta premi kepada peserta. Apabila peserta setuju maka polis akan dibuat, artinya biaya kesehatan akan digantikan sesuai dengan ketentuan polis.

Pre-existing condition

BPJS menerima peserta tanpa memperhatikan riwayat penyakitnya. Asuransi kesehatan menerapkan pre-existing condition. Apabila peserta sudah menderita suatu penyakit, hal tersebut tidak akan di cover dan di jamin.

Sehubungan dengan Covid-19, di bawah ini pedoman isolasi mandiri dan apa yang harus dilakukan. Semoga bermanfaat.

Nah, bagaimana? Sudah semakin paham ya perbedaan antara BPJS dan asuransi kesehatan?

Buat sahabat Arsitek Keuangan yang mempunyai pertanyaan, silakan langsung tulis di kolom komentar atau bisa juga melalui email di info@arsitekkeuangan.com

Saya akan membalas setiap email yang masuk.

Anda juga bisa subscribe untuk mendapatkan info dan update artikel terbaru dengan mengisi form di bawah ini:

3 keranjang keuangan asuransi dan investasi asuransi jiwa unit link asuransi kesehatan asuransi kesehatan allianz asuransi kesehatan unit link asuransi unit link BPJS informasi asuransi keranjang keamanan impian keranjang keuangan keamanan keranjang keuangan pertumbuhan manfaat asuransi kesehatan manfaat BPJS mitos dan fakta asuransi unit link perbedaan asuransi kesehatan dan BPJS perbedaan asuransi kesehatan vs BPJS pilih asuransi kesehatan atau BPJS proteksi kesehatan

75 thoughts on “Gak Perlu Bingung Lagi, Ini Dia 13 Perbedaan Asuransi Kesehatan vs BPJS”

  1. Menarik, saya sendiri pengguna bpjs juga asuransi kesehatan swasta. Hehe. Kadang proses birokrasi bpjs panjang dan memakan waktu lama. Jadi pasien udah sakit parah tetap harus minta rujukan sana sini, pengalaman sih dari alm ayah dan bapak mertua. Kalau pakai asuransi kesehatan swasta, lebih mudah prosesnya..

  2. Nah, klo dijabarkan kayak gini jadi paham nih, bedanya asuransi kesehatan dan BPJS.
    Karena selama ini hanya sibuk menduga2 belaka.
    makasiii makasiii

  3. Saya tinggal di jerman dan saya juga ikut asuransi. bukan karena mau, melainkan karena memang wajib, dan betul sekali, manfaatnya luar biasa, di sini fasilitas kesehatan gratis tis tis bahkan untuk penyakit yg sangat parah dan mahal sekali pun. Saya nggak tahu apakah penyakit yg sangat parah juga dibayarkan gratis seluruh nya di Indonesia oleh BPJS atau tidak, dengar-dengar tidak semua

    1. Di negara maju memang asuransi sudah wajib hukumnya mba. BPJS menanggung semua penyakit kritis juga cuman birokrasi penanganan yang lama dan juga tidak semua rumah sakit mau menerima pasien BPJS.

  4. Soal asuransi bpjs dan asuransi kesehatan swasta ini emang agak tricky sih ya. Kudu jeliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii banget buat memahami S&K dari masing-masing asuransi.

    Tentu, semua ada plus minusnya.

    Pun, saat akan mengklaim asuransi swasta, kita kudu siap mental lahir batin, kalau-kalau proses klaimnya dipersyulit, wkwkk.

    1. Sebenarnya enggak tricky mba, cuman bahasa yang dipakai di asuransi berbeda dengan bahasa kita sehari-hari hehe…semacam bahasa hukum kan beda juga dengan bahasa percakapan. Itu yang kadang bikin orang tidak paham.
      Nah, kalo proses klaim, asalkan memenuhi syarat dan ketentuan berlaku pasti keluar kok. Salah satunya, polis masih dalam keadaan aktif.

  5. Rizky Kurnia Rahman

    Saya ikut BPJS karena memang diwajibkan bagi PNS. Selama ini, Alhamdulillah, sudah merasakan manfaat, terutama ketika yang lalu istri rutin berobat di ibukota provinsi. Mudah-mudahan, tetap sehat saja deh sehingga tidak dipakai asuransi kesehatan atau sampai masuk BPJS.

  6. Saya setuju dengan mbak Indri bahwa literasi keuangan masyarakat kita masih rendah…memang mungkin karena faktor rendahnya pendidikan atau kemiskinan mungkin bisa jadi penyebabnya ya, karena boro2 mau ikut asuransi atau investasi…makan sehari2 aja masih susah hehe…ya tapi anggapan ini gak harus diikuti, cuma sesuaikan kondisinya saja. Kita tetap berpikir positif saja, dan peran bersama untuk mewujudkan indonesia melek literasi keuangan.

    Btw, kalo BPJS kesehatan saya sudah ikut kak, cuma yang swasta jujur saja belum nih. Hehe. Makasih infographicnya, artikel juga sudah kubaca tuntas dan menambah wawasan saya. Tulisan kak Indri amazing !

    1. Menurutku, karena sedari awal sekolah, literasi keuangan gak masuk ke pembelajaran kita. Kita gak ada bekal pengetahuan tentang how to manage, strategy, pengalihan resiko karena enggak di ajari. Bukan karena miskin atau kaya.

  7. BPJS sangat membantu bagi masyarakat yang ekonominya pas-pasan untuk berobat. Namun untuk yg ekonominya menengah ke atas pun akan membantu saat menghadapi penyakit2 berat yang biayanya super mahal dan jarang bisa ditanggung asuransi kesehatan swasta. Keduanya punya plus dan minus masing2. Jika ada uang, sebaiknya memilih keduanya, hehe…

    1. Malah penyakit2 kritis di tanggung asuransi kesehatan swasta mba Devi. Ada manfaat tunainya juga. Jadi kalau nasabah terdeteksi kena penyakit kritis ada nilai tunai (cash) yang didapatkan dari asuransi sesuai polis. Masih di rawat dan di obati juga.

  8. Hendra Suhendra

    Masing-masing pasti punya kelebihan dan kekurangannya ya Kak. Sewaktu saya masih kerja dulu, dari kantor dapat BPJS kesehatan dan juga asuransi swasta. Memang sih kita nggak mau sakit, tapi saatnya penyakit itu datang, ya mau nggak mau saya pakai asuransi swasta untuk berobat. Tinggal nunjukkin kartu aja ke petugas RS atau klinik, biaya berobat pun ditanggung.

    Setelah membaca artikel super duper keren ini, saya jadi tau banyak ternyata ada begitu banyak perbedaan antara asuransi swasta dengan BPJS kesehatan ya.

    Makasih sharingnya…

  9. Wiwin | Pratiwanggini.Net

    Untuk asuransi kesehatan swasta, paling bagus memang membuka polisnya sejak usia masih muda. Preminya itu lho, lebih ringan dibandingkan jika buka setelah usia makin bertambah.

      1. Wiwin | pratiwanggini.net

        Betul mba, sayangnya saya melek asuransi adalah setelah punya anak hahahaa… Jadi pertama kali buka asuransi usiaku 28 tahun, ya lumayanlah premi masih ringan. Begitu usia 35-an ditawarin lagi, lha koq preminya jauhhh selisihnya ๐Ÿ˜€

  10. Wiwin | pratiwanggini.net

    Dulu, beberapa tahun yang lalu, saya punya pengalaman setiap ulang tahun pasti harus opname di rumah sakit. Jaman dulu belum ada tu BPJS Kesehatan. Tetapi saya punya asuransi kesehatan dari swasta. Bersyukur saat itu biaya rumah sakit bisa tercover oleh asuransi tersebut. Meskipun ada yang tidak full, tapi sangat lumayan membantu.

  11. Saya pakai keduanya, pakai BPJS juga pakai asuransi swasta. Cuma memang jujur, saya belum pernah coba BPJS. Asuransi swasta yang jelas lebih cepat penanganannya, gak perlu bertahap seperti BPJS. Ini sangat dibutuhkan orang-orang yang butuh penanganan kesehatan cepat, misalnya waktu itu saya mau operasi lahiran dan anak gejala DBD. Meski demikian, keduanya jelas sangat bermanfaat bagi masyarakat. Double protection kenapa gak kan?

  12. ohh jadi asuransi itu bisa cutinya setelah 5th ya?
    wah sama juga sih yaa dengan harus menyelesaikan 3/4% dari durasi yang ditentukan di awal.
    tapi memang segala sesuatu punya plus minus masing-masing termasuk BPJS vs Asuransi ini

    1. Kalau yang unit link, cuti setelah premi 5 tahun tapi masa bayar premi biasanya wholelife mba, bukan yang 10 tahun selesai. Kalau yang asuransi kesehatan murni, mirip BPJS, harus dibayar terus kalau mau mendapatkan manfaatnya.

  13. Banyak yg khawatir dengan asuransi ketika bermasalah seperti asuransi sebelah, ga jelas nasib uang nasabahnya…

    1. Betul, bisa jadi karena agent-nya tidak jujur dalam menyampaikan produk, produk knowledge nya kurang, nasabah tidak mau membaca polis yang pada akhirnya berujung ke masalah-masalah seperti itu.

  14. Saya punya BPJS, punya juga asuransi kesehatan lain.
    kadang bingung juga BPJS ini wajib, dibayar terus. Ga dipakai sayang, selalu bayar. Kalo dipakai, pelayanannya masih jauh sekali dari asuransi kesehatan swasta

  15. Asuransi kesehatan swasta lebih fleksibel memilih ingin dirawat di rumah sakit mana saja ya, kalau BPJS memang harus menuruti prosedur yang telah ditetapkan yaitu mesti ke faskes I dulu. Kalau di faskes tingkat pertama dokternya sudah bisa menangani maka rujukan tidak akan diberikan.

  16. Aku sesungguhnya yang gak pernah ikutan asuransi kesehatan.
    Harapannya semoga sehat selalu, tentu.
    Tapi membaca penjabaran ini, aku jadi tersadar satu hal bahwa asuransi kini bisa sangat flexible sesuai dengan kebutuhan masing-masing keluarga yaa..
    Tinggal memilih produk yang begaimana, kudu konsultasi secara mendalam dengan pihak asuransi.

  17. kalau saya pakai BPJS dan asuransi yang ditanggung kantor selama ini. kalau untuk sakit yang perlu penanganan cepat memang asuransi swasta kayaknya lebih efektif ya sedangkan kalau BPJS harus lumayan sabar ngikutin prosedurnya

  18. pakai bpjs sebenarnya sudah nyaman dan lengkap ya
    hanya memang harus sabar dalam urusan memgurus birokrasinya
    bpjs satu satunya asuransi saya dan keluarga

  19. Suamiku juga pakai BPJS dan asuransi kesehatan, Mbak. Karena aktivitasnya yang mobile, asuransi kesehatan lebih praktis untuk dia. Sedangkan aku dan anak-anak sementara pakai BPJS aja tapi sedang mempertimbangkan nambah askes juga. Bisikin dong, Mbak, kalau ada rekomendasi askes murni (bukan unitlink)

    1. Untuk pencari nafkah keluarga (suami) memang disarankan punya asuransi kesehatan, penyakit kritis dan disability atau cacat mba. Selain manfaat rawat inap, ada manfaat tunainya.

  20. sangat menarik banget untuk membahas tentang financial di era sekarang ini, tentang dana darurat, dana pensiun, dan dana yang lainnya. Sampai skrg saya masih menerapkan target 10% investasi, 50% dana sehari”, baru deh dana untuk pensiun dan sedekah

  21. Dulu PNS kan wajib pakai asuransi yaah. Kalau dulu aku ngga paham sih mana asuransi yang bener2 miliknya negara, ngga ada campur tangan pihak lain gt maksudnya.
    Alhamdulillah sekarang udah pakai BPJS yak.

  22. Rizky Kurnia Rahman

    Pada intinya, asuransi ini memang menjadi kebutuhan yang berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang menolaknya dengan dalih agama yang melarang, ada juga yang tidak. Membaca tulisan di atas, silakan dipertimbangkan apakah akan memakai asuransi atau tidak? Pilihan terbaik ada di tangan kamu sendiri. Oke?

    1. Bener banget, ada yang melarang karena haram, tidak ada produknya, riba. Cuman kalo keberatannya di masalah ini, sekarang ada kok asuransi syariah. Dan yes, tetep pilihan terakhir ada di orang masing-masing, kan dia yang bayar premi soalnya haha

  23. Kurang-kurangnya memahami betul bagaimana prinsip kerja asuransi, memang banyak hal yang tidak sekilas bisa dipahami. Ini bisa terbayang jika menimpa teman kita yang berada di daerah. Mungkin karena masih kurangnya pemahaman itu mayoritas di daerah enggan berurusan dengan yang namanya asuransi. Pakai BPJS aja itu kalau ada kebutuhan misalnya berobat dan syaratnya semua dibuat oleh pihak perangkat desa

    1. Iya mba, memang pada dasarnya enggak ada masuk di kurikulum sekolah yang namanya investasi atau asuransi, maka dari itu banyak masyarakat kita yang kurang paham.

  24. Menjadi tua itu pasti, tapi menjadi orang tua yang mempunyai kualitas hidup tinggi, itu pilihan. >>> keren. Wah, jujur. Saya kurang berpengalaman tentang asuransi. Sebelumnya hanya sebaai peserta saja. Segala sesuatunya ditangani oleh instansi unit bekerja. Karena belinya juga kolektif.

  25. Detail banget penjelasannya mam, manteb deh. Kalau pandanganku pribadi aku harus memahami setiap syarat dan ketentuan asuransi agar benar-benar paham dengan doโ€™s and donโ€™ts biar ngga merasa tertipu

  26. Mbak terima kasih penjelasannya bermanfaat banget. Selama ini meraba-raba nih apa setelah Ada bpjs asuransi sebaiknya nggak usah, tapi memang untuk kasus tertentu Kita membutuhkan asuransi kesehatan kan ya

  27. sejauh ini, asuransi yang aku miliki mrmang hanya bpjs mbak
    tapi aku juga mulai berpikir untuk punya asuransi lainnya
    tapi emang harus hati hati dalam memilih

  28. Ketidak mengertian nasabah mempelajari polis asuransi atau malas untuk mempelajarinya, terkadang nasabah merasa ditipu oleh asuransi. Padahal jika lebih paham tentang bagaimana cara kerja dari asuransi, sebenarnya dapat memberikan manfaat yg banyak. Terlebih asuransi kesehatan

  29. Sebelum memutuskan untuk ikut asuransi kesehatan memang wajib mempelajari produknya dulu ya. Setiap jenis beda penawaran dan besar biaya yang harus dikeluarkan. Apalagi dg adanya bpjs, perbedaan2 di atas harus dicermati benar2.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS
Follow by Email
Instagram
WhatsApp
Scroll to Top