Apakah Perusahaan Asuransi Melakukan Penipuan? Ini Faktanya

Halo sahabat Arsitek Keuangan,

Sebelumnya, admin sudah membahas tentang perbedaan manfaat BPJS dan asuransi kesehatan.

Banyak sekali komentar dan feedback menarik yang kami dapatkan antara lain:

  1. Asuransi kesehatan di negara maju (dalam hal ini Jerman) adalah wajib.
  2. Ada yang mendapatkan asuransi kesehatan dari kantor sekaligus juga mempunyai BPJS.
  3. Ada yang belum mempunyai BPJS dan juga asuransi kesehatan.
  4. Ada yang mempunyai BPJS dan asuransi kesehatan tapi yang dipakai untuk berobat adalah asuransi kesehatan dengan alasan lebih simple dan gak ada proses berjenjang (lama).
  5. Ada yang berterimakasih karena sebelumnya tidak tahu perbedaan antara BPJS dan asuransi kesehatan. Senang bisa membantu hehe…
  6. Ada yang berpikir, klaim akan sulit kalau menggunakan asuransi kesehatan.
  7. BPJS sangat membantu masyarakat yang ekonominya pas-pasan.
  8. Ada yang baru tahu kalau bisa cuti premi di asuransi kesehatan.
  9. Ada yang khawatir karena banyak nasabah yang melaporkan bahwa mereka ditipu oleh asuransi.

Untuk membantu mendapatkan insight yang lebih dan point of view yang lebih luas, kali ini admin akan membahas khusus tentang no #9. Tentang nasabah asuransi yang merasa ditipu oleh agen dan perusahaan asuransi dimana mereka membeli polis.

Awal tahun 2021 ini ada banyak berita tentang pemegang polis asuransi unit link yang merasa bahwa hitungan uang yang di setor berbeda dengan hasil investasinya.

Sebelum lebih jauh, mari kita menyamakan persepsi lebih dahulu ya, bahwa asuransi tidak sama dengan investasi. Asuransi juga bukan produk tabungan. Kita membeli asuransi untuk proteksi, bukan untuk mendapatkan imbal hasil investasinya.

Membeli produk unit link ibarat menyelam sambil minum air. Sekali membeli, dua sasaran langsung kita raih. Pertama, memperoleh perisai asuransi untuk melindungi kita dari kejadian tak terduga di masa depan. Kedua, mendapatkan manfaat investasi yang akan menambah aset kita.

Tapi, karena kurangnya literasi keuangan di masyarakat kita, ditambah dengan oknum agen asuransi yang kurang jujur dalam menjelaskan produk secara objektif, menyebabkan para nasabah merasa ditipu. Apa yang mereka dapatkan tidak sesuai dengan gombalan si agen asuransi.

Bahkan, kakak ipar admin sendiri juga mengalaminya loh. Kakak ipar sebut saja bapak A mengambil asuransi kesehatan unit link di salah satu perusahaan asuransi. Jangka waktu pembayaran premi 10 tahun dan premi per bulan adalah Rp. 750.000

Sepemahaman bapak A, selama 10 tahun beliau akan membayar premi dan di tahun akhir atau tahun ke-10, beliau akan mendapatkan total jumlah premi yang dibayarkan. Menurut agen asuransinya seperti itu.

Di tahun 2021 (tahun ke-7 polis) saat admin mengecek rangkuman polisnya, dana investasi ada sekitar Rp 8 juta. Kalau dulu agennya bilang bahwa di akhir tahun ke-10 akan mendapatkan semua total premi alias Rp 90 juta, apakah masuk akal? Tidak.

Dan lagi, untuk manfaat bedah atau operasi, per tahun hanya mendapatkan manfaat sebesar Rp 200 ribu. Per tahun loh. Mana ada kan ya, bayar operasi 200 ribu hehe…

Setelah admin terangkan tentang polisnya, manfaatnya dan sebagainya baru bapak A paham. Tidak lagi memimpikan hasil RP 90 juta kembali. Juga tidak menutup polis karena kecewa. Yaah.. meskipun manfaat rawat inap dan beberapa manfaat lainnya benar-benar di bawah nilai. Manfaat dan coverage asuransi kesehatannya tidak maksimal karena tidak as charged. Bapak A pasti akan nombok kalau sewaktu-waktu harus rawat inap atau operasi.

Bener sih bisa dapat Rp 90 juta, tapi itu kalau bapak A meninggal karena di polis tertulis UP (uang pertanggungan) adalah Rp 90 juta.

Maka dari itu, baca dan teliti lagi ilustrasi yang diberikan oleh agen asuransi. Tanyakan manfaat apa yang didapatkan, dan kira-kira risiko apa saja yang mungkin terjadi.

Tanya tentang asuransi

Karena setahu admin yang suaminya juga seorang investor di pasar bursa, tidak ada yang bisa menjamin naik turunnya hasil investasi di pasar bursa. Contohnya saat pandemi tahun lalu, pasar bursa kolaps, harga saham semua jatuh dan pastinya juga berimbas ke imbal hasil investasi.

Baca juga: 3 Keranjang Keuangan

Jangan malas untuk mempelajari produk asuransi yang akan dibeli. Toh, sekarang mendapatkan informasi semakin mudah di jaman digital ini.

Back to topik, mari kita lanjutkan lagi.

Prinsip-prinsip asuransi

Insurable interest

Prinsip ini bisa diartikan bahwa seseorang hanya diperbolehkan mengasuransikan sesuatu, yang memiliki hubungan ekonomi serta diakui secara hukum. Ambil contoh, seorang pebisnis hanya boleh mengambil asuransi kebakaran untuk toko miliknya. Atau contoh lain, seseorang hanya boleh mengambil membelikan asuransi jiwa atau asuransi kesehatan untuk anggota keluarganya. 

Utmost good faith 

Arti dari prinsip ialah, baik pemegang polis maupun perusahaan asuransi harus beritikad baik dalam melakukan perikatan. Itikad baik di sini diartikan sebagai mengungkapkan informasi secara detil dan akurat. Pemegang polis harus transparan tentang obyek yang akan diasuransikan. Sementara penyedia asuransi harus merinci persyaratan pertanggungan. 

Indeminity

Prinsip ini menegaskan manfaat asuransi bagi pemegang polis. Jadi, asuransi berfungsi mengembalikan posisi keuangan nasabah jika terjadi suatu risiko, ke posisi sebelum terjadi risiko. Contoh, fungsi asuransi kesehatan adalah mengembalikan posisi keuangan si tertanggung sebelum sakit.

Jadi, jika si tertanggung keluar uang Rp1 juta karena sakit, maka asuransi kesehatan berfungsi mengembalikan Rp1 juta tersebut. Dengan begitu, tujuan memperoleh keuntungan dari asuransi adalah anggapan yang keliru.

Subrogation

Prinsip ini berarti perusahaan asuransi sebagai penanggung risiko, mengambil posisi tertanggung dalam menuntut ganti rugi jika terjadi risiko. Prinsip ini contohnya berlaku pada asuransi umum.

Misalkan ada seseorang bernama Adi, pemegang polis asuransi kendaraan, terlibat kecelakaan dengan mobil Danu. Maka, ketika Adi mengajukan klaim penggantian kerugian atas kecelakaan itu ke perusahaan asuransi yang menanggungnya, maka ia tidak lagi memiiki hak untuk menagih ganti rugi dari Danu. Dalam hal ini, perusahaan asuransilah yang bertugas menanggung kerugian Adi, kemudian menagih ganti rugi tersebut ke Danu.

Itulah mengapa, di negara maju kita jarang melihat pengendara mobil yang terlibat kecelakaan sampai adu mulut bahkan adu otot di jalan. Karena mereka sama-sama aman karena masing-masing mempunyai asuransi.

Contribution

Prinsip ini berlaku untuk satu obyek yang diasuransikan ke lebih dari satu perusahaan asuransi. Praktik ini biasanya terjadi di asuransi umum dan nilai pertanggungan yang diasuransikan sangat besar. Patut dicatat, kendati ada dua penanggung yang terlibat, prinsip indemnity yang menyatakan bahwa total ganti rugi tidak boleh lebih dari nilai kerugian, tetap berlaku.

Proximate Cause

Prinsip ini akan menjadi rujukan perusahaan asuransi dalam menentukan kondisi yang menjadi penyebab utama terjadinya risiko serta syarat pencairan manfaat.

Prinsip ini bertujuan untuk mengurangi terjadinya perselisihan akibat salah tafsir mengenai risiko. Atas dasar prinsip ini, polis asuransi pada umumnya memuat risiko yang dijamin dan yang dikecualikan secara mendetil.

Prinsip investasi

Pengertian investasi secara umum adalah mengembangkan uang atau aset lain agar memberikan keuntungan di masa mendatang untuk mencapai tujuan tertentu.

Sementara, para nasabah asuransi mempunyai satu konsep sendiri di benak masing-masing bahwa apabila mereka membuka polis asuransi, berarti sama saja dengan menabung, dananya suatu saat akan dikembalikan dan tentunya ditambah dengan bunga atau imbal hasil investasi.

Hampir semua nasabah yang protes merasa ditipu adalah pemilik polis asuransi unit link.

Unit link adalah produk asuransi jiwa, yang perlu benar-benar kita perhatikan adalah apa saja manfaat asuransi nya, seperti Uang Pertanggungan manfaat meninggal dunia ataupun pilihan Pertanggungan Tambahan untuk penyakit kritis, cacat tetap, penggantian biaya rawat inap di rumah sakit dan lain sebagainya (apabila ada) sesuai kebutuhan perlindungan asuransi.

Beberapa keluhan nasabah yang bisa kita temukan di mesin telusur antara lain:

Memang, kalau kita hitung 74 bulan dikalikan Rp 500.000 hasilnya Rp 37 juta. Tapi kembali lagi, asuransi bukan tabungan. Jadi tidak bisa kita berhitung demikian. Ingat kakak ipar admin di atas. Hitungannya sama persis dengan hitungan nasabah ini. Jangan-jangan dari agen asuransi yang sama hehehe….just kidding.

Mungkin Ibu Nani di atas tidak paham bahwa ada manfaat UP (uang pertanggungan) di masa akhir kontrak asuransi yang bisa beliau dapatkan apabila polis tidak di tutup.

UP atau uang pertanggungan bahkan biasanya memiliki nilai yang bahkan jauh lebih besar daripada hitung-hitungan tabungan seperti di atas. Selain manfaat rawat inap, sakit kritis dan manfaat yang lain.

Di bawah ini ilustrasi asuransi kesehatan syariah yang pernah admin buat:

Ilustrasi Allisya Syariah Protection Allianz

Begitu polis aktif, resiko sudah beralih dari kita (nasabah) ke perusahaan asuransi. Jika sewaktu-waktu ada klaim manfaat rawat inap atau sakit kritis, perusahaan asuransi yang akan membayar sesuai polis dan nasabah tidak perlu keluar uang lagi.

Digunakan atau tidak digunakan asuransinya, means nasabah sakit atau sehat, sudah pasti ada biaya-biaya yang timbul karena aktifnya polis. Di antaranya biaya tetap dan biaya akuisisi. Biaya tetap adalah biaya yang dipotong dari premi untuk membayar biaya administrasi, biaya asuransi, dan biaya manfaat tambahan (riders), jika ada. Biaya akuisisi termasuk didalamnya adalah biaya marketing, komisi agen, dan biaya operasional.

Apakah biaya-biaya ini tersembunyi? Tidak, agen asuransi yang jujur akan menjelaskan produk asuransi, manfaat serta risikonya secara jujur dan terperinci.

Jadi, sebagai nasabah, apa yang harus dilakukan agar “tidak tertipu“?

Pertama: Pilih asuransi yang sesuai dengan profil kita. Kalau Anda tipe orang yang konservatif, jangan memilih unit link dana saham yang berisiko tinggi, sebaliknya nasabah agresif jangan memilih unit link pendapatan tetap yang memberi imbal hasil rendah.

Kedua: membeli unit link dari perusahaan asuransi yang sehat, besar, dan terpercaya. Selain itu pelajari juga track record perusahaan tersebut dalam membayar klaim nasabah apakah mudah atau sulit.

Ketiga: pelajari dengan seksama ilustrasi produk unit link yang dibuat oleh agen. Jangan ragu sedikit pun untuk menanyakan jika merasa kurang jelas atau tidak paham. Di samping itu, pastikan agen memiliki lisensi atau sertifikat sebagai agen penjual unit link yang dikeluarkan oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Hanya agen yang memiliki sertifikat ini yang berhak menawarkan produk unit link kepada konsumen.

Keempat: cermati komponen biaya yang diberlakukan perusahaan asuransi penerbit unit link. 

Demikian, semoga bermanfaat.

Apabila Anda butuh bantuan untuk memahami lebih lanjut apa saja manfaat asuransi, silakan berkirim email ke info@arsitekkeuangan.com

Referensi:

https://www.allianz.co.id/

https://sikapiuangmu.ojk.go.id/

37 thoughts on “Apakah Perusahaan Asuransi Melakukan Penipuan? Ini Faktanya”

  1. Bisa jadi selain nasabah yang malas untuk membaca polis asuransi yang dimilikinya, ada juga agen asuransi yang ketika menjual polis ditambah bumbu penyedap. Sehingga si nasabah melambung karena kesalahan persepsi.
    Begitu kali ya kak..

  2. Wah saya setuju dengan yang kak Indri tulis di atas bahwa memang asuransi itu sebagai proteksi ya kak, jadi istilahnya sebagai “payung” sebagai pelindung diri ya kak jika terjadi hal2 yg tak diinginkan misalnya sakit, kecelakaan diri, dll.

    Memilih asuransi benar adanya memang harus disesuaikan dengan profil diri kita masing2, karena setiap orng punya kebutuhan berbeda dan juga segi penghasilan. Intinya lebih bijak saja saat memilih asuransi untuk keluarga,dll.

  3. Jamilatul Istiqomah

    Aku dulu kalau baca2 tentang asuransi ku kira itu sama dengan menabung. Ternyata beda ya kalau asuransi itu ada biaya pertanggungan , sekarang baru ngeh dan paham ttg asuransi.

  4. Mba Indri canggih benar, menuliskan tentang prinsip-prinsip asuransi. Saya masih ingat informasi ini pernah diterangkan oleh salah satu financial advisor di salah satu perusahaan asuransi yang pernah saya liput dulu. Lupa tahun berapa.

    Makanya mba kalo saya pribadi pilih asuransi yang peruntukannya khusus aja. Kalo asuransi pendidikan ya pendidikan, kesehatan ya kesehatan, jiwa ya jiwa. Kalo ada benefit ekstra, seperti unit link ini, mending kita gak papa dibilang cerewet deh sama pihak asuransi yang menawarkan, sampai kita benar-benar paham konsepnya. Kalo gak paham, nanti yang ada kita merasa dirugikan padahal sebetulnya kita yang kurang paham, atau dalam kondisi apes, petugas asuransinya terkesan ‘ngerjain’ kita.

  5. jadi kayaknya banyaknya kasus yang terjadi itu karena marketing asuransinya kurang transparan seputar asuransi yang dia tawarkan dan nasabah juga kurang mengerti ya, mbak. Kalau kita yang sudah tahu seputar unit link mungkin bakal ngerti cuma kadang kalau yang ditawari ini orang tua yang nggak ngerti bahaya juga. heu. kayak ibu saya ikutan asuransi kesehatan tahunya yang ditanggung cuma rawat inap sementara obatnya nggak ya lebih mahal tindakan dan obatnya ketimbang biaya rawat inapnya. heu

  6. Jadi milih asuransi juga harus mempertimbangkan kebutuhan ya, hal apa yang ingin dicover oleh asuransi.

    Kebiasaan emang ya, malas baca terms of service, yang biasanya kalimatnya panjang dan dicetak dengan ukuran huruf kecil. Setelah merasa ada masalah di belakang, ribut-ribut. Begitu dapat penjelasan, baru deh sadar akan kelalaiannya

    1. Bener mba, buka asuransi harus memikirkan kebutuhannya apa saja. Jangan membeli hanya karena enggak enak karena teman atau saudara.

  7. nah info seperti ini yang tidak didapatkan dari agennya… dan yang akan menjadi masalah di kemudian hari karena berbeda sudut pandang dan berujung akan kecewa dengan produk asuransi karena merasa dicurangi…

  8. Ulasan yang lengkap dan bermanfaat. Suami dan saya memilih asuransi sebagai proteksi. Termasuk untuk kendaraan.
    Maka saya heran belakangan viral politisi dan artis yang ribut masalah senggol-senggolan mobil. Kalau punya asuransi pasti santuy. Bayar all risk insurance, saat ada apa-apa kita tinggal ongkosin biaya admin klaimnya saja
    Pengalaman saat mau mudik mobil kami diseruduk sama bis, sampai penyok di tengah..parah, syukur baru sampai Cikarang jadi bisa balik ke Jakarta. Padahal yang salah bisnya tapi suami malas ribut lagian kendaraan kami ter-cover asuransi. Akhirnya sampai Jakarta masuk bengkel kena biaya kejadian 300 rb. Mulus lagi via klaim asuransi, kalau bayar sendiri 20 jutaan lebih. Padahal biaya asuransi hanya 5 juta/tahunnya.

    1. Itulah kenapa di negara maju enggak ada cerita senggolan di jalan raya terus jadi rame mba, sudah punya asuransi semua soalnya.

  9. Wah, sangat rigid juga ya untuk asuransi. Investasi (katanya) juga harus teliti. Menarik. Kalau ada yang menawarkan asuransi (lagi) bisa lebih ada persiapan. Terima kasih banyak atas artikelnya, Mbak.

  10. Sayangnya, ortu saya merasa “tertipu” nih dengan asuransi2 yg mereka gunakan dulu. Entah karena nggak baca polis dgn bener atau percaya2 aja sama yg d sampaikan sama agen asuransi. Keluarga saya udah nggak mau lagi skrg pakai asuransi. Hehe. Saya sendiri liat kejadian sama klrga saya jadi mikir2 mau pakai asuransi. Hmm..

    1. Memang yang terjadi di masyarakat kita banyak yang seperti itu mba, gara-gara miss-selling agent yang tidak menjelaskan produk dan manfaatnya dengan benar.

    1. Mungkin karena belum banyak perusahaan asuransi yang bekerja sama dengan influencer atau blogger ya hehe, jadi masih kurang banyak informasinya

  11. Ah…ini dia niih…yang perlu banget untuk diketahui nasabah.
    Teliti membaca dan belajar mengenai asuransi untuk bisa menetapkan yang paling sesuai kebutuhan dan tidak merasa tertipu, setelah menetapkan.

  12. Saya pernah ikut unit link. Dan akhirnya saya tutup. Mungkin karena pengetahuan yg minim ttg asuransi danninvestasi saat itu membuat saya kurang jeli dan memiliki ekspektasi tinggi. Krn kalau disuruh tanya, bingung apa yang mau ditanyakan. Setelah punya pengalaman spt ini sekarang jadi agak lebih paham deh. Thanks sharingnya kakak admin.

  13. Dulu waktu awal2 punya anak pertama sempat buka asuransi pendidikan, tapi tiga tahun kemudian kami tutup, karena mulai ngos2an bayarnya, wkwk. Hingga akhirnya sampai hari ini belum punya asuransi lagi. Soalnya suka bingung dengan penjelasan agen asuransi. Tapi baca penjelasan di blog ini, rada melek dikit nih soal asuransi. Bisa jadi pertimbangan apakah next akan buka asuransi lagi atau tidak.

  14. Mbaaa,
    aduhai senangnya dirikuuu bisa baca artikel yg super bernas dan bergizi
    ini info penting banget diketahui seluruh lapisan masyarakat
    thanks for sharing ya mba

  15. Bener setuju dengan cara pilih asuransi biar tidak tertipu. Kita harus memastikan kalau perusahaannya resmi dan memiliki trek record yang baik dulu ya…

  16. Iya nih banyak kasus seputar unit link yang kalau ditelusuri berawal dari keengganan nasabah membaca secara cermat klausul perjanjian meskipun terkadang ada agen yang juga tidak menjelaskan secara terperinci biaya-biaya apa saja yang muncul agar harapan nasabah tidak melambung tinggi melihat nilai akhir kontrak, padahal ada saja nasabah dipertengahan jalan memutus kontrak karena beragam alasan. Sejujurnya, aku lebih suka pilih asuransi sesuai kebutuhan saja, kayak kesehatan ya pilih asuransi kesehatan, pendidikan…ya pilih asuransi pendidikan, supaya ngak terlalu ribet mikirnya. Makasih banyak mbak ilmunya, jadi lebih banyak tahu.

  17. Wiwin | pratiwanggini.net

    Saya dulu pernah ikut asuransi murni dan juga unit link. Bersyukur saya dapat agen yang menjelaskan dengan detail, sehingga saya tidak merasa tertipu oleh si agen. Mungkin karena agen tersebut adalah teman saya sendiri ya sehingga saya bisa bertanya banyak dan dia mau menjelaskan dengan rinci.

  18. tulisannya lengkap sekali mbak indri, aku langsung auto kirim ke suami aku buat belajar sama-sama tentang asuransi. tempo hari juga masih ditawari asuransi, tapi masih gamang harus mengambil yang jenis apa.

  19. Wah. Ternyata begitu ya. Seringkali saya baca persyaratan polis asuransi memang njlimet banget. Di tambah seringnya terdengar kabar ausransi ternama yang gak jujur, jadi enggan banget pakai asuransi.

  20. Mbak Indriii, maafkan belum sempat baca-baca yang kapan hari dikirim. Soal asuransi unitlink ini memang banyak yang kecele. Mungkin karena agen cuma ngasih garis besarnya sementara nasabah nggak mau baca kontrak dan emang nggak ngerti. Dengan artikel ini dikit-dikit paham sih, Mbak. Terima kasih insightnya ya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS
Follow by Email
Instagram
WhatsApp
Scroll to Top