Financial Basic: 3 Keranjang Keuangan

Halo sahabat Arsitek Keuangan,

Apa kabar? Semoga sehat dan bahagia hari ini ya…

Kali ini mari kita belajar tentang keranjang keuangan. Keranjang keuangan? Apa tuh? Keranjang yang di isi uang? Ya….kira-kira mirip seperti itu. Lebih kepada prioritas dan bagaimana cara kita mengatur keuangan.

Jangan sampai salah langkah dalam mengatur keuangan sedari muda ya, karena kalau kita mau belajar mengelola keuangan selagi muda, kita tidak akan menyesal saat tua nanti. Ehhh, kok jadi sok bijak hehe.

Buat sahabat Arsitek Keuangan yang belum pernah mendengar atau membaca tentang 3 keranjang keuangan ini, semoga artikel ini bisa memberi insight yang berguna yaa…..

Keranjang Keuangan Keamanan – Security

keranjang keuangan keamanan

Dari 3 keranjang keuangan, keranjang keamanan atau security adalah keranjang yang harus diisi penuh terlebih dahulu sebelum keranjang lainnya. Why? Karena keranjang keamanan ini menyangkut aset paling berharga yaitu diri Anda sendiri. Apalagi kalau kita sudah berkeluarga. Kalau terjadi apa-apa dengan pencari nafkah sehingga berpotensi kehilangan income atau penghasilan, kebutuhan keluarga tetap akan terjamin.

Apa saja pos-pos yang harus di isi di keranjang keamanan ini?

Dana darurat tunai untuk 3-6 bulan

Pandemi mengingatkan kita untuk selalu berjaga-jaga dan mempersiapkan dana darurat. Misalnya saat kita tiba-tiba dirumahkan atau di PHK. Kita masih mempunyai cukup dana selama beberapa bulan ke depan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga sekaligus berusaha mencari penghasilan baru.

Apakah penting untuk mempunyai dana darurat? Sangat penting. Bisa bayangkan kalau tidak mempunyai darurat, hanya ada 2 kemungkinan yang terjadi yaitu kita berhutang atau kita menjual aset. 2 pilihan yang sama-sama tidak enak bukan?

Asuransi kesehatan dan asuransi jiwa

Asuransi kesehatan bersifat indemnity yang literalnya mempunyai arti security or protection against a loss or other financial burden.

Di artikel sebelumnya, kami sudah menulis tentang perbedaan antara BPJS dan asuransi kesehatan swasta.

Asuransi kesehatan menanggung resiko kita sebagai nasabah saat kita harus mengeluarkan dana dan biaya untuk berobat termasuk rawat inap. Asuransi kesehatan akan mengganti biaya yang kita keluarkan saat berobat sesuai dengan ketentuan polis yang kita punya.

Untuk mengalihkan resiko sebagai pencari nafkah, ada baiknya untuk mengambil manfaat tambahan asuransi cacat tetap dan penyakit kritis. Karena kedua manfaat ini mempunyai manfaat nilai tunai untuk nasabah. Sewaktu-waktu terjadi resiko, ada penggantian manfaat tunai (cash) yang diterima.

“Ah, saya sudah punya banyak investasi dan properti. Semisal sakit, bisa ambil dari investasi tersebut, gak usah punya asuransi.”

Saya setuju banget. Salah satu manfaat kita punya investasi adalah hasilnya bisa digunakan untuk kepentingan kita bukan? Tapi, tidakkah lebih baik menggunakan hasil investasi untuk menambah aset daripada membayar biaya rumah sakit? Biaya yang tidak pernah bisa kita perkirakan berapa jumlahnya.

Satu hal lagi yang terkadang kita tidak bisa memperkirakan adalah, berapa lama kita sakit dan apakah sakit tersebut sakit biasa yang beli dobat di warung bisa sembuh atau sakit kritis yang membutuhkan penanganan rumah sakit dalam jangka waktu lama.

Biasanya, orang-orang yang tidak mempunyai asuransi kesehatan sampai menjual aset seperti tanah dan rumah untuk membiayai pengobatan penyakit kritis. Penyakit yang membutuhkan treatment dan perawatan yang tidak sebentar dan harus terus menerus. Dialisa, kanker, diabetes, hanyalah sedikit penyakit kritis yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan membutuhkan waktu pengobatan yang lama. Ingat Olga Syahputra, putri kecil Denada dan Julia Perez?

Jika penghasilan dan aset kita bocor hanya untuk digunakan membiayai penyakit kritis dan rumah sakit, apa kabar dengan pendidikan anak dan dana pensiun?

“Ah, saya sudah punya BPJS, semua penyakit sudah di tanggung.”

Setuju! BPJS memang menanggung semua penyakit pesertanya. Tapi sayangnya, tidak semua rumah sakit menerima pasien BPJS dengan baik. Ada kalanya orang yang sudah berjam-jam ada di IGD dibiarkan saja tanpa penanganan.

Lalu, pernah membayangkan kalau kita sakit dan tidak bisa bekerja lagi, apakah kita tetap dapat gaji? Tetap dapat income dan penghasilan? Apakah perusahaan mau menggaji karyawan yang sudah tidak bisa lagi bekerja karena sakit?

“Mertuaku kaya raya, masalah duit sama sekali no problemo.”

Wih keren bisa punya mertua kaya. Sayangnya, tidak semua orang seberuntung itu hehe…

Tidak bisa bekerja lagi sedangkan kebutuhan rumah tangga sehari-hari harus tetap berjalan. SPP anak tetap harus dibayar. Listrik dan air minum tetap harus dibayar. Kita mungkin bisa berhemat untuk makanan tapi tagihan listrik setiap bulan tidak bisa kita hemat. Sudah ada batas minimalnya.

Disinilah, manfaat tambahan (rider) asuransi kesehatan mempunyai peran yang sangat penting untuk nasabahnya. Dengan adanya manfaat tambahan, nasabah bisa mendapatkan manfaat nilai tunai yang bisa digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Dana pensiun

Kita tidak bisa bergantung hidup kepada anak-anak saat kita tua kelak. Anak-anak kita pastinya akan mempunyai kehidupan dan tanggung jawab juga untuk keluarga kecilnya.

Di saat usia kita masih produktif, sebisa mungkin kita harus mengalokasikan sebagian dari income kita untuk dana pensiun kelak. Saat kita sudah tua, tidak produktif, sudah tidak bisa bekerja lagi, kita masih bisa hidup dengan tenang dan nyaman.

Menjadi tua itu pasti, tapi menjadi orang tua yang mempunyai kualitas hidup tinggi, itu pilihan.

Berapa dana pensiun yang dibutuhkan seandainya saat ini kita berusia 40 tahun dan harapan hidup adalah 80 tahun? Silakan simak di bawah ini:

perhitungan biaya pensiun
Dana pensiun yang dibutuhkan

Keranjang Keuangan Pertumbuhan – Growth

keranjang keuangan growth = pertumbuhan

Uang atau income yang masuk ke keranjang growth dimaksudkan untuk mendapatkan return atau imbal hasil atau pertumbuhan nilai.

Beberapa instrumen atau alat yang bisa dipakai untuk menumbuhkan penghasilan adalah:

Deposito

Reksadana

Properti

Bisnis

LM = logam mulia

Saham

Keranjang Keuangan Impian – Dream

Keranjang keuangan dream = impian

Keranjang keuangan impian akan tercapai apabila kita sudah mencapai financial freedom. Kita tidak harus bekerja untuk menghasilkan uang tapi uang kita yang bekerja secara otomatis untuk menghasilkan pendapatan yang lebih besar lagi.

Rumah impian

Apartemen impian

Mobil impian

Travel/Wisata impian ke luar negeri

Brand Fashion impian

Bagaimana nih? Apakah keranjang keuangan kita sudah sesuai atau belum?

Bagikan feedback di kolom komentar ya, atau boleh banget berkirim email. Kami akan membalas setiap email yang masuk.

Anda juga bisa subscribe blog kami dengan cara mengisi form di bawah untuk mendapatkan info dan update artikel terbaru.

25 thoughts on “Financial Basic: 3 Keranjang Keuangan”

  1. asuransi kesehatan dan jiwa yang belum maksimal.. masih sebatas mengandalkan bpjs.. namun sejauh ini bpjs juga yang menolong kami total.. ketimbang asuransi itu… miris kan ya…

    sementara keranjang growth saya baru di deposito dan properti kecil2an,.. belum berani ke reksadana dan saham… maklum old schoolll

    1. BPJS memang wajib sih bang, dan memang membantu banget untuk masyarakat saat harus berobat karena menanggung semua penyakit dan tanpa pre-existing condition.

  2. Hendra Suhendra

    Keranjang security punya prioritas utama, tapi kebanyakan saat ini malah sebaliknya, keranjang impian yang menjadi prioritas, sementara keranjang security nomor sekian. Miris sih, tapi faktanya begitu. Keren banget ya menyikapi soal keranjang keuangan ini. Ternyata nggak boleh sembarangan dalam mengatur keuangan, karena berhubungan dengan masa depan kita semua dan juga keluarga tercinta. Semoga kita semua dijauhkan dari kesulitan dan kesusahan hidup, serta dimudahkan segala rezeki, aaamiiin…

    1. Iya, karena financial planner dan strategy tidak diajarkan di kurikulum sekolah. Makanya banyak juga yang belum paham harus ngapain kalo dapat gaji.

  3. Keranjang keuangan impian akan tercapai apabila kita sudah mencapai financial freedom. Nah ini masih belajar untuk mencapai financial freedom. Menyiapkan dana darurat yang juga penting untuk jangka 3-6 bulan. Tak lupa sebisa mungkin juga harus mengalokasikan sebagian dari income kita untuk dana pensiun kelak,.

  4. Masih belum maksimal mengalokasikan dana darurat. Soalnya kepakai melulu, seolah hidup saya darurat terus. Wkwkwk. Tapinya saya bersyukur tetap bisa mengamankan porsi asuransi untuk kami dan anak-anak. Kalo gak, wah bakal makin jebol deh pertahanan finansial.

  5. Mbak ini artikel top banget nih. Aku biasa menabung 1 post aja tapi nggak tahu itu fungsinya apa. Pokoknya nabung ajah wkwkwk disini Aku jadi belajar banyak. Trims ya mbak

  6. Aku masih belum bisa maximal nyisihin dana darurat. Mau gimana lagi, tiba2 ada keperluan mendesak. Eh, udah termasuk Kep darurat, ya?
    Tapi, Alhamdulillah sejauh ini kami tidak pernah mengeluh dan menyusahkan orang lain. Terutama keluarga.

  7. aku pribadi malah semakin sangsi ya sama asuransi. ALhamudilillah ada BPJS sih, tapi masih seneng ke klinik kalau berobat. Sampai hari ini mau maksimalin dana darurat doang. karena sbnrnya dana pertumbuhannya baru LM sama properti aja, belum belajar banyak tentang deposito, reksadana apalagi saham. PR ke depan sih biar bisa terjun ke sana bukan sekadar ikut2an.

  8. Terima kasih informasinya, admin..
    So sorry, font webnya agak kegedean kayanya ya, jadi scrollnya panjang banget hehe (ini komen OOT yg bisa jadi masukan *salim)

    Seringkali orang mmg nggak sadar dengan apa yang dibelinya, termasuk juga produk keuangan yang nyatanya berbeda dgn persepsi dia sendiri. Beberapa kali ditawari unit link jg yang saya tepis karena saya belum sanggup menanggung risikonya.

    Sampai saat ini masih dalam tahap konvensional menyisihkan uang dalam bentuk dana darurat dan LM. Semoga konsisten.

    1. Hehe, thanks masukannya mba, udah di ganti besar font nya…
      Gapapa mba konvensional juga bagus kok, asalkan disesuaikan dengan profil kita masing-masing

  9. Penting memilih asuransi yang punya track record baik, jangan salah pilih tentunya. Menyiapkan Dana darurat penting juga buat asuransi kesehatan, jiwa juga kesejahteraan hari tua

  10. Seharusnya investasi dan asuransi dibedakan ya supaya hasilnya maksimal. Karena tujuannya beda . Investasi tujuannya meraih keuntungan ekonomis dimasa depan, Asuransi tujuannya untuk perlindungan. Investasi resikonya harus siap rugi karena namanya perputaran bisnis ya ada untung dan rugi hanya saja orang cenderung mau untung ogah rugi padahal orang bisnis /jualan kan ga melulu untung kadang ya rugi ,.. Nah kalau Asuransi tujuannya untuk melindungi objek, apakah nyawa, harta benda dsb dari kejadian tak diinginkan jadi kalau peristiwa tak diinginkan tidak terjadi ya ucapkan syukur tanpa berharap uang perlindungan kembali. Sama kayak kita punya satpam di rumah yang jaga keamanan ..setelah dijaga puluhan tahun sama pak satpam dan rumah kita aman dari tindakan kriminal apa kita minta kembalikan gaji pak satpam yang sudah kita bayarkan selama puluhan tahun? dengan alasan kan ga terjadi apa2 .. analogi aja sih ini… Dan kenapa pendapat saya asuransi dan investasi harus dibedakan karena sama kayak kita sakit batuk saja eh..minumnya obat batuk plus yang bisa sembuhkan batuk,demam, flu dan pilek..kan lebih baik kita beli obat batuk ya buat sembuhkan batuk saja supaya efektif.

  11. Akutu belum bisa untuk asuransi, deposito dan reksadana. Terkait keyakinan sih. Dan kalau untuk asuransi aku beneran trauma. Pernah berkali2 dikerjain. Wkwkwk. Jadi yang bisa dilakukan, nabung dan nyiapin dana darurat, sama pelan-pelan melirik properti. Untungnya juga masih PNS, jadi untuk dana pensiun dan asuransi kesehatan, ada lah ya. itu juga sebabnya, untuk kesehatan aku aware banget di preventif.

  12. Ternyata ini penting ya. Memilah dan mengisi 3 keranjang keuangan yang justru basic ini. Duh, kenapa saya baru menyadari hal ini sekarang? Alhamdulillah saya bisa berkunjung kesini jadi tahu deh bagaimana seharusnya mengatur keuangan rumah tangga. Terimakasih ya kak atas insightnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RSS
Follow by Email
Instagram
WhatsApp
Scroll to Top